Pages

Rabu, 19 Mei 2010

the sister`s keeper (analisis FILM)


My Sister’s Keeper

Film ini dibuka dengan narasi dari Anna Fitzgerald yang menceritakan bahwa kelahirannya di dunia ini berbeda dengan kebanyakan orang. Ia dilahirkan ke dunia ini dengan tujuan khusus untuk menjadi donor bagi kakak perempuannya, Kate Fitzgerald  yang sejak kecil diketahui menderita leukimia. Sebelum Anna dilahirkan, dokter yang merawat Kate menyarankan pada Sara dan Brian Fitzgerald , orang tua Kate agar Sara melahirkan lagi. Saudara kandung Kate yang akan dilahirkan Sara akan menjadi donor yang cocok baginya ketimbang harus menanti donor yang tepat tanpa tahu kapan akan mendapatkannya. Setelah Sara dan Brian menyetujui usul dokter, Sara pun mengandung dan melahirkan Anna.
Sejak awal kehidupannya, dokter telah memanipulasi agar Anna bisa menjadi donor yang cocok bagi saudara perempuannya. Untuk sejangka waktu, sepertinya rencana Brian dan Sara untuk menyelamatkan Kate dapat berjalan lancar, tapi setelah penyakit Kate semakin parah, maka timbul masalah di antara mereka.
Dalam kasus ini, eksistensi Anna menjadi tidak otentik karena ia tidak bebas menentukan pilihannya sendiri. Kuasa atas tubuhnya sendiri berada ditangan orang tuanya yang selalu menginginkan kesembuhan dari Kate. Bahkan kelahiran Anna pun merupakan jalan yang diambil orang tuanya untuk menyelamatkan hidup Kate. Anna harus selalu merelakan bagian tubuhnya yang dibutuhkan Kate untuk didonorkan. Pendonoran itu dilakukan tanpa persetujuan dari Anna sendiri karena umur Anna yang masih kecil sehingga segala kuasa atas dirinya berada di tangan orang tuanya. Seringkali keputusan pendonoran itu dilakukan begitu saja tanpa memikirkan dampak yang harus diderita Anna. Sebagai individu yang bebas seharusnya Anna bebas memilih dan memutuskan apa yang ia inginkan sehingga hidupnya bermakna bagi dirinya sendiri bukan hanya untuk orang lain.
Selain itu, dilihat dari sisi Kate, hidupnyapun tidak otentik karena penyakit yang dideritanya sejak masih kecil. Kate tidak bisa dengan bebas melakukan apa yang diinginkan olehnya karena ada keterbatasan yang dimilikinya. Kebebasan masa muda Kate sempat terenggut karena ia merasa malu untuk keluar rumah karena kebotakan yang dialaminya. Selain itu, makin tidak otentik hidupnya saat ia sudah tidak bisa berbuat apa-apa karena sakitnya yang semakin parah.
 Kate sebenarnya merasa bersalah. Karena dirinya, sejak kecil kedua saudara kandungnya harus tersisih dari perhatian orang tua mereka.  Jesse sewaktu kecil harus tinggal terpisah dari Brian dan Sara yang harus fokus merawat Kate sehingga terpaksa menitipkan Jesse. Anna pun sejak kecil terpaksa berulangkali menjalani serangkaian tes untuk memastikan bahwa dirinya adalah donor yang cocok bagi Kate.
Menderita terlalu lama sejak masih sangat kecil, Kate sebenarnya lelah dan terkadang  ia juga marah karena harus menjalani nasib  sebagai penderita leukimia. Sebagai remaja normal, Kate pun ingin menjalani kehidupan seperti teman-teman sebayanya, sayangnya hal itu tidak dapat terwujud. Sampai pada akhirnya perlahan tapi pasti, Kate bisa merasakan keluarganya terpecah akibat penyakitnya. Kate pun meminta Anna menemui pengacara dan berpura-pura keberatan menjadi donor untuk operasi Kate. Hal ini tidak diketahui oleh orang tua mereka. 
Hal tersebut membuat Anna menyadari dan mengerti penderitaan yang dirasakan Kate. Awalnya Anna menghayati hidupnya hanya sebagai penyelamat bagi Kate, dimana Anna harus selalu menjadi penyedia donor bagi Kate. Namun ternyata tidak seperti itu, bukan hanya Anna yang menderita, bahkan ternyata Kate lebih menderita dari pada yang ia ketahui.  
Saat persidangan, Jesse yang akhirnya memberitahu semua orang bahwa Kate tidak ingin berjuang lagi melawan leukimia yang dideritanya. Ia telah cukup menikmati kasih sayang orang tua dan kedua saudara kandungnya. Terlebih setelah kekasih Kate yang juga penderita kanker meninggal akibat penyakit yang menggerogotinya. Tapi Sara yang tidak juga bisa merelakan Kate bersikeras agar Kate tetap dioperasi. Tapi takdir berkata lain. Sebelum operasi sempat dilakukan, Kate pun meninggal.
Sepeninggal Kate, keluarga Fitzgerald pun melanjutkan hidupnya.  Sara  kembali bekerja, Brian pun demikian. Jesse dan Anna kembali ke sekolah bahkan mendapatkan beasiswa seni. Meski  sibuk dengan aktivitas masing-masing, tapi saat hari ulang tahun Kate, mereka selalu piknik bersama di tempat yang sama setiap tahunnya di tempat favorit Kate semasa hidupnya.


0 komentar:

Posting Komentar

komentar: