Pages

Sabtu, 19 Juni 2010

revisi analisis film

My Sister’s Keeper

Film ini dibuka dengan narasi dari Anna Fitzgerald yang menceritakan bahwa kelahirannya di dunia ini berbeda dengan kebanyakan orang. Ia dilahirkan ke dunia ini dengan tujuan khusus untuk menjadi donor bagi kakak perempuannya, Kate Fitzgerald (kakaknya) yang sejak kecil diketahui menderita leukimia. Sebelum Anna dilahirkan, dokter yang merawat Kate menyarankan pada Sara dan Brian Fitzgerald (orang tua Kate) agar Sara melahirkan lagi. Saudara kandung Kate yang akan dilahirkan Sara akan menjadi donor yang cocok baginya ketimbang harus menanti donor yang cocok tanpa tahu kapan akan mendapatkannya. Setelah Sara dan Brian menyetujui usul dokter, Sara pun mengandung dan melahirkan Anna.
Sejak awal kehidupannya, dokter telah memanipulasi agar Anna bisa menjadi donor yang cocok bagi saudara perempuannya. Untuk beberapa waktu, sepertinya rencana Brian dan Sara untuk menyelamatkan Kate dapat berjalan lancar, tapi setelah penyakit Kate semakin parah, maka timbul masalah di antara mereka. Pada akhirnya Kate pun meminta Anna menemui pengacara dan berpura-pura keberatan menjadi donor untuk operasi Kate. Hal ini tidak diketahui oleh orang tua mereka. Kate tidak ingin lagi mengorbankan adiknya untuk menyelamatkan nyawanya.
Dalam kasus ini, eksistensi Anna menjadi tidak otentik karena ia tidak bebas menentukan pilihannya sendiri. Kuasa atas tubuhnya sendiri berada ditangan orang tuanya yang selalu menginginkan kesembuhan dari Kate. Bahkan kelahiran Anna pun merupakan jalan yang diambil orang tuanya untuk menyelamatkan hidup Kate. Anna harus selalu merelakan bagian tubuhnya yang dibutuhkan Kate untuk didonorkan. Pendonoran itu dilakukan tanpa persetujuan dari Anna sendiri karena umur Anna yang masih kecil sehingga segala kuasa atas dirinya berada di tangan orang tuanya. Seringkali keputusan pendonoran itu dilakukan begitu saja tanpa memikirkan dampak yang harus diderita Anna. Sebagai individu yang bebas seharusnya Anna bebas memilih dan memutuskan apa yang ia inginkan sehingga hidupnya bermakna bagi dirinya sendiri bukan hanya untuk orang lain.
Eksistensi Anna terbekukan karena Anna dikuasai oleh orang lain (ibunya) dan harus mengikuti keinginan ibunya sebagai pendonor Kate. Disini Anna seolah-olah telah diobjekan.

4 komentar:

jaspers mengatakan...

menurut kelompok kami, analisis kasus yang dibahas oleh kelompok kalian masih berupa resensi.
coba lihat dari perspektif tokoh yang ingin kalian analisis dan hayati diri kalian sebagai tokoh tersebut, terlepas dari pandangan tokoh- tokoh eksistensialisme.
semoga dapat bermanfaat ya masukan dari kelompok kami =)

our minds mengatakan...

kami setuju, ceritanya menarik tapi memang analisisnya masih terlihat seperti resume film..
mungkin lebih dispesifikan kembali mengenai tokoh yang ingin dianalisis dan dicoba untuk melakukan penghayatan dari sudut pandang tokohnya, hindari penggunaan sudut pandang observer karena byk yang terjebak dsana..

smoga bermanfaat yaa.. ^^

http://psikologianeks.blogspot.com
vita, shandyca, switenia, silmi, vitra

The Existential Analysis (TEA) mengatakan...

Saran saja, saya pikir untuk lebih mempermudah, teman-teman bisa memilih salah satu tokoh saja. Saya pribadi berpendapat tokoh Kate lebih menarik dan bisa untuk dibahas dibandingkan dengan tokoh Anna. Karena tokoh Anna tidak terlalu digambarkan keinginannya yang sebenarnya apa. Sedangkan tokoh Kate, digambarkan kehidupannya dan keinginannya.
Dengan memilih satu, bukankah kita bisa semakin menghayatinnya..
Semoga bermanfaat.. semangat |(^o^)|

our minds mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

Posting Komentar

komentar: